Pengalaman Mahasiswa Pendidikan IPA, Rifka Amalia: KPL ke Sekolah Indonesia Singapura (SIS) 2016

193 0

SIS-1

Kajian praktik lapangan(KPL) merupakan salah satu mata kuliah wajib yang pasti dilakukan oleh mahasiswa semester akhir yang menempuh bidang pendidikan. KPL di Universitas Negeri Malang dilakukan di berbagai sekolah di daerah Kota Malang dan ada juga yang melalui jalur khusus yakni KPL di luar negeri. Universitas Negeri Malang merupakan salah satu perguruan tinggi yang memberikan peluang untuk mahasiswanya untuk melakukan KPL di luar negeri, salah satu Negara yang menjadi tujuan KPL luar negeri adalah Thailand dan Singapore.

SIS-3

Prodi pendidikan IPA merupakan salah satu prodi yang diminta untuk mengutus salah satu mahasiswanya untuk melakukan KPL di Singapore. Saya merupakan mahasiswi yang beruntung untuk mengikuti program program pengelolaan pembelajaran (PPP) di Sekolah Indonesia Singapura (SIS).  Program ini dilaksanakan dari tanggal 1 Agustus-22 Oktober 2016. Mengikuti program ini merupakan suatu kehormatan besar, seluruh kegiatan PPP ini merupakan pembelajaran dan pengalaman yang luar biasa bagi saya. Sekolah Indonesia Singapura merupakan sekolah luar negeri yang menjalankan program pembelajaran seperti di Indonesia, perbedaannya adalah dari kurikulum yang tidak berganti menjadi kurikulum 2013 secara utuh, melainkan hanya sebagian saja yakni kelas 4 SD, kelas 7, dan kelas 10.

SIS-4

Sekolah ini memiliki keunikan sendiri dalam hal pembelajarannya, sekolah Indonesia satu-satunya ini menjadi sekolah yang menampung seluruh siswa dengan berlatar belakang berbeda, dari anak pejabat hingga anak biasa dari yang berketurunan India, Arab, ataupun China. Dari siswa yang normal hingga siswa yang memiliki kebutuhan khusus. Dengan keberagaman yang ada di Sekolah Indonesia Singapura ini merupakan suatu tantangan bagi guru dalam melakukan pembelajaran yang inovatif agar seluruh siswa dapat menerima pelajaran dengan baik dan optimal, kami dituntut untuk menjadi guru yang serbabisa. Pertama kali menginjakkan kaki di SIS, yang saya fikirkan adalah fasilitas yang bisa dibilang sangat lengkap jika dibandingkan dengan sekolah biasa di Indonesia.

SIS-2

Sekolah ini memiliki keunikannya sendiri, dimana siswa yang belajar di SIS ini hanya berjumlah 152 siswa dari TK hingga SMA, namun walaupun memiliki siswa yang sedikit tidak membuat pembelajaran tersendat, hal ini justru membuat guru bisa dengan optimal memberikan pembelajaran. Dengan siswa yang minim tidak membuat sekolah ini miskin prestasi, hal ini dibuktikan dengan keterlibatan siswanya dalam lomba internasional dan bahkan banyak menorehkan prestasi. Prestasi terbaru dari mereka adalah keikutsertaan siswa SIS di lomba Essay yang dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia dan menyabet dua gold medal dan dua silver medal. Pembelajaran yang saya lakukan dikelas juga menyenangkan karena siswa aktif bertanya jika mereka tidak mengerti.

SIS-6

Di Sekolah Indonesia Singapura siswa ditekankan untuk disiplin, hal ini terlihat dengan diadakan apel yang dilakukan setiap hari sebelum pembelajaran dimulai. Siswa yang terlambat dan menyalahi aturan akan di hukum sesuai dengan kesalahannya. Attitude juga merupakan hal yang dijunjung tinggi, setiap bertemu dengan guru dimanapun itu, siswa akan menjabat tangan guru mereka termasuk saya. Hal itu merupakan hal yang sangat luar biasa dimana saya masih berstatus guru KPL, namun mereka tidak membedakan antara guru biasa dan guru KPL.

 

SIS-5

Selain suasana di sekolah yang sangat nyaman, saya juga mengikuti berbagai acara yang dilaksanakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia, salah satunya menjadi panitia Funwalk dalam rangka merayakan HUT RI ke-71, dan juga mengikuti upacara 17 Agustus yang dilaksanakan di KBRI. Suatu pengalaman yang tak terlupakan dimana saya berkesempatan untuk bercengkrama dengan keluarga KBRI dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia Ke-71. Bertemu dengan orang-orang luar biasa yang mengabdi pada bangsa di negeri orang dan menjadi bagian kecil dari pengabdian itu sendiri.

Related Post